Loading images...
PIJAT PANGGILAN ONLINE layanan profesional pijat refleksi tradisional panggilan di jakarta selatan, jakarta pusat, jakarta barat, jakarta utara, jakarta timur. 0812 88 7 5566

Asthi Bhagna Patah Tulang


Oleh: Ngurah Nala, Universitas Hindu Indonesia

Penanganan orang yang mengalami patah tulang dimasukkan pula ke dalam salya tantra, ilmu bedah. Di dalam dunia pengobatan modern mengacu pada cara Ayurveda ini sehingga masalah penanganan patah tulang dimasukkan ke dalam ilmu bedah. Sebab sering sekali patah tulang ini untuk mereposisi atau penyambungannya dibutuhkan pembedahan. Dalam kitab Sushruta Samhita terdapat pula cara penanganan patah tulang atau asthi bhagna. Menurut kitab ini ada berbagai tipe dari tulang pada manusia maupun binatang. Menurut bentuknya ada tulang kapala (tulang pipih), ruchaka (tulang kecil bentuk kubis, seperti tulang jari), taruna (tulang rawan), valaya (tulang tipis melengkung, tanpa ruangan) dan nalaka (tulang panjang dengan ruang sumsum). Penanganan patah tulang pada seseorang tergantung dari bentuk atau tipe tulang yang mengalami patah.

Klasifikasi patah tulang menurut Ayurveda adalah sebagai berikut:
1. Karkataka, patah akibat tekanan.
2. Aswakarna, patah total atau sempuma yang garis patahannya miring.
3. Churnita (?)
4. Picchita, patah akibat pukulan.
5. Asthichallita, retak hanya pada bagian lapisan luar tulang.
6. Kandabhagna, patah sempurna berbentuk spiral.
7. Majjanugata, patah karena terjepit.
8. Atipatita, sejumlah tulang patah sempurna
9. Vakra (?)
10. Chinna, patah tak sempurna.
11. Patita, patah tulang pipih.
12. Sphutita, tulang retak.

Untuk mengembalikan, memulihkan dan mengobati patah tulang (asthi bhagna) ada empat buah prinsip yang harus diikuti dalam penanganan, yakni:
1. Anchana, dengan menarik bagian tulang yang patah.
2. Pidana, melakukan manipulasi atau tindakan dengan cara penekanan lokal.
3. Samksepa, aposisi dan stabilisasi.
4. Bandhana, dengan cara immobilisasi agar tidak dapat bergerak.

Immobilisasi dilakukan dengan cara membela (spalk) bagian tulang yang patah. Biasanya dipergunakan bilah kayu atau bambu. Bilah kayu ini dibuat dari tanaman aswatha, kukubha, madhuka, palasha, sarya, udumbara, vansa dan vata. Diduga bahan kayu ini berfungsi pula sebagai obat. Sering pula babakan kayu atau kulit kayu dipergunakan sebagai bilah atau pembebat. Permukaannya yang cekung amat cocok ditempelkan pada lengan atau tungkai. Lagi pula permukaan bagian dalam dari babakan atau kulit kayu ini agak lunak.

Hasil yang dianggap baik setelah pengobatan patah tulang, bila tidak ada:
1. Celah diantara kedua tulang yang patah.
2. Pemendekan atau pengkerutan.
3. Perubahan bentuk.
4. Tidak sakit dan dapat digerakkan dengan nyaman.

Selain patah tulang, di dalam kitab Sushruta ditulis juga tentang keseleo atau dislokasi. Keseleo adalah berpindahnya salah satu ujung tulang dan sendi. Atau lokasinya tidak benar sehingga disebut dislokasi. Ada 6 macam jenis keseleo, yakni:
1. Utsipta, keseleo karena tulang patah.
2. Vishlista, keseleo akibat tercabiknya ligamentum.
3. Vivartika, keseleo ke arah depan atau belakang.
4. Avaksipta, berpindah ke bawah.
5. Atikspita, pergeseran permukaan sendi.
6. Tiryaksipta, keseleo yang letaknya miring.

Dengan cara pengobaran salya tantra seperti ini, akan lebih banyak pasien yang dapat ditolong bila cara pengobatan mempergunakan ramuan obat tidak berhasil.

Bila ramuan obat tidak mempan
Jikalau pengobatan dengan cara pemberian ramuan obat tidak berhasil terhadap penyakit berupa benjolan atau kutil di daerah kulit, maka cara pembedahan sebagai alternatif pengobatan menurut Ayurveda dapat dilakukan. Berbagai cara yang sering dipergunakan dalam salya tantra ini antara lain daha (menghilangkan bagian kecil tubuh) dan ksara (mempergunakan larutan bahan kimia), atau langsung mempergunakan api atau agni. Cara pengobatan salya tantra ini terutama ditujukan terhadap penyakit yang diakibatkan oleh adanya penumpukan unsur tri dosha, dhatu dan mala di dalam tubuh, di daerah permukaan kulit.

Pengobatan dengan cara raksa moksha (pengeluaran darah) ditujukan terhadap penyakit bisul, pembesaran limpa, dan peradangan di beberapa bagian tubuh dekat permukaan tubuh, dengan memanfaatkan jasa binatang lintah (pengisap darah).

Keseleo, patah tulang atau asthi bhagna termasuk pula di dalam cara pengobatan salya tantra ini. Cara pengobatannya ada empat jenis, berupa anchaina, pidana, samksepa dan bandhana.• WHD. No. 452 September 2004.

share

 

 

LOWONGAN KERJA PIJAT

Dibutuhkan banyak Orang karyawan pria dan wanita untuk jasa terapis pijat refleksi yang berlokasi di “ TOMBOROGO REFLEKSI “ jalan cilandak KKO no 112 / di swalayan cahaya cilandak jakarta selatan

System

1. Gaji Rp. 250.000

2. Uang Makan Rp. 10.000

3. Komisi pijat refleksi, bekam Rp. 12.000.

kerokan, ear candle Rp. 10.000

Komisi pijat jawa, pijat sapu rogo Rp. 15.000

Komisi over time 50 % dari tariff

4. Bagi hasil 20 % dari keuntungan dibagi semua karyawan

 

Pendidikan tidak di utamakan, jujur, tanggung jawab, disiplin, kerjasama dengan tim, siap di tempatkan di cabang manapun.

Hubungi : 08128875566

WEB INI DI SPONSORI OLEH

Follow me on Twitter

 

PENTING

TIDAK MELAYANI SERVIS ++ ( plus plus )


 

Sebelum melakukan reservasi, mohon membaca etika pijat online terlebih dahulu. Terima kasih.


Before booking, please read etika pijat online Thank You.

 

Follow @PIJATONLINE

STATISTIK KUNJUNGAN

4259150
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
MInggu Kemarin
Bulan ini
Bulan lalu
Total Keseluruhan
821
2679
10334
4228719
51333
101377
4259150

IP Anda: 8.37.234.2
2018-12-19 07:21

PELATIHAN DAN KURSUS KESEHATAN

Pelatihan Kursus Akupunktur

Pelatihan Kursus Terapi Lintah

Pelatihan Kursus Kiropraksi

Pelatihan Kursus Yumeiho

Pelatihan Kursus Pijat Refleksi

pelatihan kursus jaripunktur

pelatihan kursus hebal TCM

pelatihan kursus iridiologi

Tomborogo Refleksi

GO MASSAGE

Komunitas Pijat Refleksi Indonesia

Go to top